Tentang Kami

Tentang Kami

hotels.balisatu.com

Aum swastiastu


( hmm saya coba untuk membuatnya singkat)

Pertama tama tentu puja dan syukur yang tak terhingga kehadapan yang Esa (Ida Sang Hyang Widi Wasa) karena kesehatan, berkah dan kasih sayang selalu Beliau limpahkan dalam setiap langkah dan nafas yang saya ambil.

Nama saya I Wayan Suana, biasa di pangil Bli Wayan sesuai dengan kebiasaan memanggil laki laki di Bali. Syukurnya tidak memakai hurup E di kata BLI tadi. Jadi tidak untuk di jual.

Denpasar adalah kota kelahiran saya 35 tahun yang lalu. Semua jenjang pendidikan dari sekolah dasar hingga SMA saya selesaikan di kota provinsi Bali ini.

Tahun 1992 setelah tamat dari sekolah kejuruan pariwisata di SMKN 3 Sanur, saya mencoba menatap dunia nyata dengan berbekal pengalaman training dan modal nekat melamar di Holland American Lines, sebuah perusahaan kapal pesiar mewah, yang mengadakan perekrutan karyawan baru via STP Nusa Dua (dulu masih bernama BPLP). Dari semua test, tulis, lisan semua saya lalui dengan baik, namun karena bekal pengalaman belum ada (bukan belum cukup, tapi memang belum ada! Maklumlah baru tamat SMA) saya gagal memasuki dunia kerja yang saya impikan.

Dari kegagalan tersebut saya sempat down, setelah mengetahui ketat dan gilanya persaingan di dunia pariwisata hanya untuk mendapatkan satu posisi kerja sesuai dengan keinginan dan pengharapan saya.

Bersyukur Tuhan buka jalan.

Tahun 1992 multi level marketing Amway sedang gencar gencarnya membidik konsumen baru serta merekrut member baru. Satu teman saya menargetkan saya untuk menjadi member dan begitu getolnya mengunjungi saya dan merayu agar dapat menjual produknya ke saya.

Saya belum pernah masuk multi level marketing sebelumnya dan hingga kinipun masih belum pernah. Tapi saya bersyukur berkat kunjungan teman saya tadi, semua pembelajarannya tentang keuletan, kualitas hidup dan kerja keras, saya salin dalam buku harian saya yang kini selalu saya pakai bahan renungan didalam rapat internal Balisatu.

Didalam buku harian ini memuat berbagai harapan, mimpi, pencapaian goal berikut tantangannya, saya tulis sesuai keadaan perasaan saya saat itu.

Setiap kali saya membaca buku harian itu, sebegitu membara keinginan saya untuk mewujudkan mimpi mimpi yang telah saya tulis sebelumnya.

Tahun 1994 saya mencoba keberuntungan saya lagi di CTI Bali, agent penyaluran karyawan kapal pesiar terbesar cabang langsung dari CTI USA. Syukurnya lulus uji dan siap diberangkatkan ke Amerika untuk bekerja di Carnival Cruise Lines home base Miami, Florida, setelah beberapa bulan menunggu dan mengurus perlengkapan dokumen perjalanan.

Amerika memang adalah negeri impian buat orang seperti saya, karena dia menjanjikan perbaikan kualitas hidup dan ekonomi dari apa yang saya miliki sebelumnya. Tentu dengan kerja keras dan melewati tantangan bekerja di tengah keragaman karakter, budaya, kepribadian dan keunikan lain dari rata rata 1600 penumpang setiap minggunya dan 800 karyawan dari semua negara di seluruh belahan dunia.

Berbagai cerita menarik, unik, mengharukan, di berbagai tempat yang saya kunjungi juga terangkum dalam 3 diary perjalanan saya bersama Carnival cruise ships seperti:

Ms. Sensation, Ms.Fascination, Ms. Imagination, Ms.Ectasy, Ms.Fantasy, Ms.Holiday dan terakhir di Los Angeles dengan Ms. Elation.

Pembelajaran diri memang tidak akan pernah berhenti selama masih ada kesempatan dan kemauan untuk itu.

Bersyukur sekali lagi dengan keterbatasan waktu dan padatnya jam kerja yang saya rasakan selama berada di negeri orang, saya masih berkesempatan untuk belajar dan menimba ilmu di Johnson and Wales University di Miami, Florida, disamping on board tempat saya bekerja secara periodik saya juga dididik untuk menjadi seorang pelayan yang baik dan professional lewat Blueprint of success Carnival Team Building dan Carnival Collage.

Saya mengakhiri kontrak kerja saya dengan Carvinal tahun 2000 dan mencoba untuk meniti karier di Bali sesuai dengan pengalaman yang telah saya kuasai selama berada di Amerika.

Satu cerita unik terjadi di Ritz Carlton Jimbaran ketika saya mencoba melamar disana sebagai salah satu karyawan magang/apprentice karena susahnya mendapatkan pekerjaan di berbagai perusahaan yang telah saya masuki.

Food and Beverages director Ritz Carlton bali, waktu itu Bpk. Hans…something dari Belanda geleng geleng kepala melihat posisi yang saya minta tidak berbanding dengan pengalaman yang saya miliki. Karena beliau juga memiliki pengalaman di kapal pesiar dan malah hanya butuh 2 tahun, sudah memangku jabatan tertinggi dalam sebuah department di hotel berbintang lima international chain. Sementara saya? Hanya meminta posisi magang!!! Dan itu pun kandas karena berbagai alasan. Gila!!!

Tidak diterima di Ritz Carlton, saya beruntung mendapatkan posisi restaurant manager di The Rayunan Group di pusat perbelanjaan galleria Nusa Dua. Memangku jabatan ini dengan mengendalikan banyak karyawan membuat saya semakin sadar akan pentingnya service dalam dunia pariwisata. Banyak yang sudah dapat saya aplikasi di tempat bekerja karena pemiliknya, kebetulan sama-sama mantan karyawan kapal, memberi ruang sebebas bebasnya untuk berkreasi. Apalagi dengan dibukanya restaurant yang baru dengan segala perlengkapannya harus saya selesaikan dari nol. Perekrutan tenaga pramusaji, Chef dan senior cook, lay out dan detail menu semua adalah tugas yang saya emban tanpa banyak campur tangan dari owner. Saya menikmati pekerjaan saya yang hampir 14 jam sehari dengan hanya sehari libur dalam seminggu.

Namun peristiwa bomb Bali jugalah yang menjadi awal dari segala perubahan besar karier yang saya tempuh.

Banyak orang menyalahkan bom Bali sebagai awal keterpurukan usaha mereka. Bagi saya peristiwa ini saya jadikan momentum untuk kembali merenung. Kenapa? Setelah bom bali saya berhenti bekerja dan lebih banyak berada di rumah apalagi dua minggu setelahnya wujud keluarga saya semakin komplit dengan lahirnya buah hati pertama kami.

Yah itung itung jadi babysitter untuk sementara waktu. Namun ketika waktu terus berjalan, kebutuhan hidup semakin berat dan proses pembelajaran diri tidaklah boleh mandek, saya mencoba untuk meniti karier didua dunia layanan sekaligus.

Menjadi restaurant manager di Le Bake shop perusahaan roti prancis yang membuka cabang di Bali dengan 4 counter usahanya tersebar di berbagai tempat di Bali, serta di waktu yang sama menjadi pemandu wisata freelance untuk bisa mendapatkan surat rekomendasi atau surat keterangan pernah training menjadi pemandu/guide yang pada akhirnya nanti menjadi salah satu syarat mutlak untuk bisa mendapatkan license atau SIM G (surat ijin menjadi Guide J) dari dinas pariwisata daerah Bali.

Keduanya pada awalnya dapat berjalan beriringan. Namun ketika saya harus memilih dimana saya harus memutuskan satu diantara dua, setelah merenung seharian saya memutuskan mengambil satu pekerjaan sebagai pemandu wisata dengan spesialisasi bahasa Inggris, Spanyol dan Jepang sebagai pilihan akhir dan memfokuskan segala kemampuan untuk bekerja secara penuh di bidang ini.

Kini hampir 9 tahun perjalanan karier saya di layanan wisata bersama teman teman satu profesi yang mengandalkan kesigapan memberikan informasi yang benar tentang semua hal yang berkenaan dengan layanan wisata Bali, membantu kelancaran perjalanan berwisata dan yang terpenting membuat mereka (anda juga) untuk dapat menikmati liburan atau kegiatan yang lain selama berada di Pulau Dewata ini.

Website ini dibuat berawal dari pemikiran sederhana untuk senantiasa dapat lebih banyak memberikan informasi kehadapan anda baik info terkini tentang bali maupun sebagai bahan bahan makalah bagi mereka yang memerlukan informasi untuk karya tulis. Karena sampai saat ini telah dapat kami kelompokan menjadi 4 kelompok utama klien klien kami yakni GIT, FIT, KUNKER dan Special interest.

Membangun sebuah kepercayaan dari anda dan mempertahankannya pada level yang tetap adalah sebuah tantangan tersendiri yang saya hadapi baik di balik meja ataupun di lapangan.

Walau di situs ini (mungkin) lebih terlihat menonjol saya sebagai penjaga gawangnya, andil dari komponen internal Balisatu di lapangan yakni para pemandu/guide, supir-supir dan party penyerta ketiga, dalam hal ini teman teman marketing di hotel yang bertebaran di seluruh Bali, perusahaan transportasi terbesar di bali yakni Purnayasa transport, Merpati transport dan Trikayana transport juga memberi kontribusi yang tidak kecil dalam penyelenggaraan agenda wisata yang kami kemas secara tailor made sesuai kebutuhan klien.

Anda dapat menyelami siapa kami dan jenis pelayanan dari Balisatu, lewat beberapa tulisan yang terangkum di dalam website ini.

Bagi anda yang bermaksud mengunakan jasa layanan dari kami baik secara langsung ataupun agent to agent anda dapat mengubungi kami lewat :

Mengisi formulir order dan kontak kami

Kontak

Silahkan menuju link kontak : Klik disini

Atau anda dapat menghubungi kami secara langsung dengan chat support kami di panel kanan atau mengubungi salah satu cara di bawah ini :

Untuk direct booking kami sarankan agar di SMS saja daripada via call.

Alasan utamanya untuk memudahkan memantau ulang request anda secara berkala, lebih hemat ongkos (pulsa mahal bok!! ) dan yang terpenting adalah karena kapasitas memory otak saya hanya 250MB plus Pentium 3 lag

Sit back, relax, and enjoy the rest of your surfing


Fatal error: Call to undefined function wp_is_mobile() in /home/balisatu/public_html/wp-content/plugins/screets-chat/screets-chat.php on line 340