“Omed-omedan” Ajang Pelestarian Budaya

Post

Comments   |   Bali Update

hotels.balisatu.com

Omed-omedan ajang pelestarian budaya

sumber images : images.google.com

Penyelenggaraan omed-omedan menjadi ajang pelestarian budaya. Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Putu Budiasa, sempat mengatakan, pelaksanaan tradisi omed-omedan menjadi bagian daya tarik wisata khusus di Kota Denpasar bertepatan dengan perayaan Ngembak Geni (sehari setelah Nyepi).

Ia mengungkapkan, omed-omedan merupakan tradisi yang unik. Teruna-teruni (muda-mudi) wajib melestarikan budaya yang diwarisi leluhur sebelumnya.

Dijelaskan, pertemuan dua teruna-teruni yang berciuman dalam rangkaian omed-omedan merupakan bagian wujud keakraban dan kebersamaan. Semua keunikan dan daya tarik omed-omedan ini sudah dikemas dengan baik.

Ia memaparkan, kemasan omed-omedan sudah memberikan kenyamanan. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir ini sudah diisi dengan kemasan Sesetan Heritage Omed-omedan Festival (SHOOF).

Lebih lanjut dikatakan, pameran dadakan bersamaan dengan pelaksanaan tradisi omed-omedan menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan dan masyarakat lokal pengunjung bisa menikmati makanan yang dipasarkan dalam kegiatan SHOOF. Ini termasuk wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh bisa membeli cinderamata dalam ajang SHOOF.

Budiasa menambahkan, setelah menikmati Nyepi wisatawan yang berlibur ke Bali bisa menyaksikan tradisi omed-omedan di Sesetan. Wisatawan bisa menyaksikan omed-omedan dalam balutan SHOOF.

Omed-omedan merupakan tradisi turun temurun yang dilangsungkan di Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar. Dalam Kamus Bali-Indonesia, omed-omedan berarti tarik-menarik. Peserta omed-omedan adalah teruna-teruni mulai dari umur 17 tahun hingga 30 tahun atau yang sudah menginjak dewasa tetapi belum menikah.

Penetapan omed-omedan menjadi sebuah kegiatan budaya yang dilaksanakan tiap tahun sehari setelah Nyepi, dikarenakan pernah terjadi musibah yang ditandai dengan perangnya 2 ekor babi di Banjar Kaja ketika omed-omedan saat itu tidak dilaksanakan. Kemudian para sesepuh desa memutuskan untuk langsung menggelar prosesi omed-omedan untuk menjauhkan desa dari bencana yang lebih besar.

Prosesi omed-omedan dimulai dengan persembahyangan bersama antarpeserta omed-omedan di pura banjar untuk memohon keselamatan dan kelancaran selama berlangsungnya acara. Seusai sembahyang, peserta dibagi 2 kelompok, pria dan wanita. Sekitar 50 pemuda berhadapan dengan 50 pemudi. Setelah ada aba-aba dari para sesepuh desa, kedua kelompok saling bertemu satu sama lain dan peserta terdepan saling berciuman di depan ribuan penonton yang memadati sekitar lokasi omed-omedan.

Prosesi tersebut dilakukan secara bergantian dan setiap peserta pria ataupun wanita menunjuk salah seorang rekan mereka untuk beradu ciuman di barisan terdepan.

Kini tradisi ini bisa menjadi sebuah pilihan bagi anda yang ingin berlibur di Bali. Anda dapat memasukkannya ke dalam agenda paket tour anda saat anda memutuskan untuk menikmati suasana keheningan Bali pada saat Nyepi dalam rangkain liburan anda.

(artikel dikutip dari Bisnis Bali dan Kompas.com

Paket Tour dan Layanan Balisatu Holidays Travel Agent :

  1. Paket Tour Kunjungan Kerja Instansi Balisatu Holidays
  2. Paket Tour Bali Field Trip Balisatu Holidays
  3. Paket Tour Bali Konvensional GIT & FIT Balisatu Holidays
  4. Paket MICE Bali Balisatu Holidays
  5. Paket Outbound Bali Balisatu Holidays
  6. Paket Bulan Madu Honeymoon Balisatu Holidays
  7. Paket Spiritual dan Tour Tirta Yatra Balisatu Holidays
  8. Voucher Hotel Murah Balisatu Holidays
  9. Paket Transportasi Murah Balisatu Holidays

)

 



Komentar

komentar


Fatal error: Call to undefined function wp_is_mobile() in /home/balisatu/public_html/wp-content/plugins/screets-chat/screets-chat.php on line 340